Langsung ke konten utama

Unggulan

RAPAT DINAS DAN RAKOR 2024 DAN EVALUASI GIAT 2023

Pasuruan - Rabu, 24 Januari 2024, madrasah darul ulum mancilan kota pasuruan menggelar rapat dinas dan rakor 2024 serta evaluasi giat tahun 2023 di awal bulan tahun 2024 di gedung istimewa area madrasah darul ulum mancilan kota pasuruan, dalam kesempatan itu banyak evaluasi dan pembahasan penting terkait madrasah demi kemajuan dan kemashlahatan bersama, rapat dengan waktu yang terbatas itu dihadiri oleh bapak ketua Yayasan Al Ustadz Muchib dan komite madrasah Al Ustadz Nasich, seluruh pegawai dan dewan guru madrasah serta dipimpin langsung oleh bapak kamad Ahmad Mudhofir Tri Wahyudi, S.HI, M.Pd.

GERAKAN PUASA SUNNAH TASU’A DAN ASYURO SERTA MENGHIDUPKAN 10 MUHARRAM DENGAN MEMPERBANYAK PAHALA KEBAIKAN MADRASAH DARUL ULUM MANCILAN SMART KOTA PASURUAN

Di bulan kedua tahun ajaran baru 2022-2023 Madrasah Darul Ulum Mancilan Kota Pasuruan membuat program Gerakan Puasa Sunnah Tasu’a ( 9 Muharram / bertepatan hari Ahad, 07 Agustus 2022 ) Dan Asyuro ( 10 Muharram / bertepatan hari Senin, 08 Agustus 2022 ) Serta Menghidupkan 10 Muharram Dengan Memperbanyak Pahala Kebaikan , karena kita tahu bahwa Tanggal 10 Muharram menjadi salah satu hari mulia bagi umat Islam, banyak amalan 10 Muharram dapat menjadi momentum mengumpulkan pahala dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, tentunya itu semua harus ddasari dengan niatan tulus dan mengharap Ridho dari Allah SWT. Berikut Amalan yang bisa kita lakukan untuk menambah kekutan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT; 1. Puasa Tasu’a dan Asyura Diriwayatkan dari Imam Muslim dari Abi Qatadah bahwa Rasulullah pernah ditanya oleh sahabat tentang puasa Asyura. Nabi menjawabnya: Puasa Asyura dapat melebur dosa satu tahun sebelumnya. Juga diriwayatkan Imam Baihaqi yang mana Rasulullah memerintahkan sahabatnya untuk berpuasa di tanggal 9 dan 10 Muharram dengan niat tidak menyamakan dengan ibadah sunah puasanya umat Yahudi saat itu. Oleh karena itu, jika tidak memiliki halangan apapun sebaiknya melakukan puasa ini. Selain semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, tentu menjadi langkah untuk mengurangi dosa-dosa. 2. Sedekah Bersedekah dilakukan mulai dari pagi hingga malam. Berbeda dengan sedekah pada biasanya, akan lebih baik jika memberikan sesuatu langsung saat ada siapapun yang meminta. Misalnya, saat sedang berjalan menuju kantor lalu ada seorang anak yang meminta uang untuk membeli sarapan. Langsung saja diberikan, tanpa memandang siapakah anak itu dan lainnya. Sama halnya saat melihat kotak amal di masjid yang jumlahnya mungkin lebih dari satu, bersedekahlah untuk semua kotak amal tersebut tanpa memilih salah satu. 3. Memberi Harta Untuk Keluarga Menurut hadits riwayat At-Thabarani dan Al-Baihaqi, orang yang memberikan harta kepada keluarganya dan melapangkan keluarga di hari Asyura akan mendapat kelapangan rezeki juga sampai setahun setelahnya. Contohnya, dengan membawa keluarga makan malam bersama atau membelikan baju baru untuk pasangan tercinta. Memenuhi apa kebutuhan mereka hari tersebut semaksimal mungkin, merupakan beberapa hal yang bisa dilakukan. 4. Perkuat Silaturahmi Dalam hadits shahih riwayat Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, tidak halal mendiamkan saudara melebihi tiga malam. Hal terbaik dapat dilakukan adalah mempererat silaturahmi. Jika di waktu lalu Anda memiliki masalah dengan seseorang, lalu membuat hubungan menjadi renggang sehingga tidak ada komunikasi terjalin. Maka pada hari Asyura dapat dijadikan momen untuk memperbaiki hubungan tersebut. Bisa dengan mengundangnya untuk bertemu dan sekedar makan bersama, memulai komunikasi kembali melalui chatting, atau mengunjunginya langsung tanpa memikirkan masalah yang pernah dialami bersama orang tersebut. Selain itu, memperkuat silaturahmi juga dapat dilakukan dengan berkumpul bersama orang-orang soleh. Berbagi pengalaman dan saling menguatkan dalam keislaman, membuat hati tentu akan merasa lebih tenang dan damai. 5. Introspeksi Diri Jangan lewatkan amalan 10 Muharram introspeksi diri. Setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk melakukan hal tersebut, untuk melihat apa saja yang sudah dilakukan selama ini dan apa hal buruk serta baik pernah terjadi. Dengan introspeksi di waktu yang tepat, membantu seseorang menjadi lebih mengenal dirinya dan semakin dekat dengan sang pencipta. Sejatinya, manusia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Jadi ketika ada hal yang tidak baik pernah dilakukan, kepada Allah SWT tempat kembali dan meminta pengampunnan. Begitu juga ketika introspeksi diri, juga akan menjadikan seseorang lebih baik dari sebelumnya. Asalkan hal tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh dan berniat, untuk mengubur hal buruk dan mencari kebaikan dan amal baik sebanyak-banyaknya di masa yang akan datang. Seperti disampaikan Ibnu Mas’ud RA, ketika melakukan introspeksi diri. “ Tidak ada penyesalan selain saat matahari sudah tenggelam, kemudian hidup berkurang dan amal tidak juga bertambah,” 6. Menahan Emosi Layaknya di bulan Ramadhan, ketika umat muslim menjalankan ibadah puasa. Selain menahan lapar dan haus, juga menahan emosi agar pahala yang diharapkan bisa didapatkan selama sebulan penuh. Salah satu amalan 10 Muharram yang juga bisa dilakukan adalah, menahan emosi agar pahala seharian berpuasa Asyura yang dilakukan benar-benar didapatkan. Jika seseorang mampu lebih sabar dan tidak marah di hari tersebut, tentu ganjarannya sangat mulia. Yaitu Allah SWT akan menjadikannya bagian dari umat yang diridhoi. Menahan emosi bisa saja sangat susah dilakukan, misalnya ketika bertemu dengan orang yang temperamental. Namun, semakin hebat Anda menahan emosi maka kemenangan di hari Asyura berupa keridhaan dari Allah SWT akan didapatkan. 7. Memuliakan Fakir Miskin Kelapangan kubur akan didapatkan, ketika memuliakan fakir miskin di hari Asyura 10 Muharram. Caranya sangat banyak, seperti memberikan makan bagi mereka untuk satu hari penuh. Dapat juga dengan mengajak mereka untuk melakukan kegiatan bermanfaat, menghasilkan, lalu mereka bisa membawa pulang hasil tersebut untuk dimanfaatkan bersama keluarga. Dapat juga dengan memberikan baju baru, membiarkan mereka istirahat seharian tanpa bekerja karena sejatinya fakir miskin juga manusia yang derajatnya sama di mata Allah SWT. 8. Pakai Celak Celak merupakan suatu produk yang dipakai untuk membuat alis menjadi lebih hitam, dahulu dipakai oleh pria dan wanita bahkan dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ketika pemakaiannya dilakukan di tanggal 10 Muharram, maka banyak keberkahan yang akan didapatkan. Tidak hanya berlaku untuk wanita yang memang suka menghias diri menggunakan produk tersebut, tapi juga bagi pria. Niat memakai celak yang benar adalah untuk kebutuhan kesehatan diri, membuat alis menjadi lebih panjang dan tebal. Bukan untuk menghias diri agar dilirik oleh lawan jenis. 9. Menjaga Kehormatan Menjaga kehormatan merupakan hal wajib dilakukan oleh orang muslim, agar terhindar dari hal-hal tidak baik. Berpakaian yang sopan, menjaga tutur kata, pergi ke tempat yang baik, dan melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan oleh Allah SWT merupakan beberapa cara menjaga kehormatan tersebut. Sebenarnya, buka hanya menjadi amalan 10 Muharram. Menjaga kehormatan sebaiknya dilakukan kapanpun dan dimanapun. Supaya Allah SWT selalu melindungi. 10. Mengajak Orang Bertaubat Memang tidak mudah untuk mengajak orang lain bertaubat, namun setidaknya banyak jalan untuk mulai melakukannya. Seperti, memberikan contoh-contoh positif kepada orang yang tersesat dan belum mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Berbagai langkah mengajak ini, diniatkan sebagai ibadah supaya menjadi amalan baik di hari yang baik. 11. Shalat Sunnah Melaksanakan shalat sunnah empat rakaat, menjadi amalan 10 Muharram berikutnya yang dapat dilakukan. Pelaksanaannya dilakukan di malam menuju tanggal 10 Muharram. Pada setiap rakaat dibaca Al-Fatihah dan juga surat Al-Ikhlas 51 kali. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa, Rasulullah pernah bersabda bahwa siapapun yang melakukan shalat empat rakaat di malam 10 Muharram. Dengan membaca surat Al Fatihah sebanyak satu kali dan surat Al-Ikhlas sebanyak 51 kali, Allah Akan memudahkan rezekinya. 12. Baca Shalawat Nabi Membaca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW, juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada tanggal 10 Muharram. Dapat dilakukan selepas melaksanakan shalat wajib, sebelum dan sesudah berdoa, dan waktu-waktu mustajab lainnya. Bacaan shalawat yang dianjurkan adalah “wasshollallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihi wa shihbihii ajma’iin walhamdulillahi robbil’aalamiin. 14. Memotong Kuku Memotong kuku juga menjadi bagian dari amalan 10 Muharram. Bisa sejalan dilakukan dengan memakai celak, supaya tubuh menjadi bersih dan rapi. Selain itu, juga menjadi bagian dari kesehatan bagian kaki dan tangan. Sebagai amalan, siapapun yang memotong kuku pada hari Asyura 10 Muharram akan mendapatkan berkah tak terhingga dari Allah SWT. 15. Membaca Doa Asyura Pada kitab I’anatu al-Tholibin disebutkan bahwa Imam Al-Ajhuri menyampaikan bahwa, siapa saja yang membaca doa di malam asyura, maka Allah SWT akan memberikan perlindungan kepadanya dari segala hal buruk dan musibah selama tahun tersebut. Membaca doa, diiringi dengan melakukan dzikir hingga 70 kali akan menjadi sebuah amalan mulia di malam 10 Muharram tersebut. Waktu yang tepat untuk membaca doa tersebut adalah usai Maghrib, dengan khusuk dan benar-benar ikhlas karena Allah SWT. Melakukan amalan di bulan Muharram, sama halnya dengan amalan lain, yaitu dilakukan dengan cara yang benar. Seperti khusuk, benar-benar berserah diri kepada Allah dalam menjalankan amalan dari awal sampai selesai. Kemudian mengucapkan niat yang benar, sesuai dengan ibadah yang ingin dilakukan. Baik itu puasa, memotong kuku, membaca shalawat, dan lainnya. Semoga kita semua diberikan hidayah dari Allah Swt dan bisa melaksanakan ibadah secaramaksimal dengan tulus karen allah swt. Sukses tuk kita semua, amiin Siapa Kita ... Santri NU, NKRI ... Harga Mati, Pancasila ... Jaya, Aswaja ... Aqidah kita, Nusantara ... Milik kita,

Komentar

Postingan Populer