Sejarah mengatakan bahwasannya pahlawan tanpa tanda jasa adalah sosok yang sangat menginspirasi bagi generasi masa depan, lantas bagaimana mungkin manusia bisa menjadi santun, pintar dan cerdas tanpa bimbingan ? tentulah dibutuhkan seorang pendidik agar nantinya bisa mencetak generasi masa depan yang berkarakter santun, pintar dan cerdas, itulah jasa besar seorang pendidik, seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang menjadi panutan bagi generasi masa depan hingga akhir zaman.
Kali ini momen penting dalam peringatan Persatuan Guru Republik Indonesia ke 76th dan Hari Guru Nasional Tahun 2021 tepat dihari kamis tanggal 25 November dimeriahkan segenap warga madrasah darul ulum mancilan kota pasuruan melalui rangkaian acara diantaranya upacara bendera.

Selepas Komandan Upacara mengistirahatkan pasukannya disaat amanat upacara bendera berlangsung, beliau kepala madrasah Bapak Ahmad Mudhofir Tri Wahyudi, S.HI, M.Pd bertindak sebagai inspektur upacara dalam sambutannya mengungkapkan, "Saya ucapkan selamat dan sukses untuk semua guru-guru kita baik yang hidup maupun yang wafat dalam peringatan PGRI ke 76 dan Hari Guru Nasional tahun 2021 semoga beliau semuanya diberikan balasan terbaik, nikmat dan rahmat dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa". Ujar beliau secara lantang dan tegas ditengah teriknya sinar matahari yang mulai menyengat.
Upacara bendera berlangsung lancar dan penuh hikmat. dalam momen penting itu dihadiri oleh segenap Keluarga Besar pengurus Yayasan Madrasah Darul Ulum Mancilan Kota Pasuruan, segenap dewan Asatidz dan dewan Asatidzah dari masing-masing lembaga dinaungan yayasan Darul Ulum Mancilan beserta rombongan paguyuban bersemangat mengikuti upacara bendera.
Diakhir sambutan inspektur upacara memaparkan dengan tegas, "Anak-anakku yang saya cintai kalian semua adalah santri bagi guru-guru kalian dan kami adalah santri bagi guru-guru kami terdahulu, kalian, kami dan kita semua marilah saling meningkatkan rasa sopan santun, menjadi santri yang selalu tawadhu' dan jangan pernah menganggap orang lain lebih bodoh dari diri sendiri karna itu adalah bagian dari akhlak jelek. Oleh sebab itu meremehkan sama dengan titik awal dari kesombongan".
Diakhir Upacara ditutup dengan lantunan doa memohon kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa agar selalu menjadi insan yang bermanfaat selamat dunia sampai akhirat.
Selamat Hari Guru,teruslah menjadi guru yang tulus,ikhlas dan selalu berinovasi.
BalasHapus